Pekan Depan Polda Sulteng Akan Bongkar Kubur MS, Ini Penyebabnya!

Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol Djoko Wienartono. (Foto: Irfan Jo/Palu Ngataku)

Palu Ngataku – Komitmen Polda Sulawesi Tengah untuk mengungkap penyebab kematian Muh Mughni Syakur (MS) akan dilakukan dengan menggelar Autopsi yang direncanakan akan dilaksanakan pekan depan.

“Ini bentuk keseriusan dan komitmen pimpinan Polda Sulteng untuk membuat terang penyebab kematian Muh Mughni Syakur,” ungkap Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol. Djoko Wienartono di Palu, Sabtu (3/2/2024).

Sebelumnya, kami juga sudah melakukan penyelidikan dengan memeriksa beberapa penyidik atau oknum anggota Polda Sulteng yang melakukan penangkapan terhadap MS yang dilakukan Bidpropam Polda Sulteng, ujarnya.

Pemeriksaan yang dilakukan penyidik Bidpropam tentunya juga untuk mengetahui apakah ada pelanggaran prosedur saat melakukan penangkapan MS, terang Kabidhumas.

Baca Juga  Jelang Hari Bhayangkara ke 77, Polda Sulteng Gelar Tradisi Pencucian Pataka

Walaupun saat awal jenasah diserahkan, Kepolisian pernah meminta ijin untuk melakukan autopsi jenasah, tetapi ditolak pihak keluarga MS, sebutnya.

Lanjut ia juga menerangkan, autopsi sendiri akan dilakukan oleh tim dokter rumah sakit Bhayangkara dan tim penyidik.

“Pelaksanaan autopsi akan dilaksanakan hari Senin (5/2) pekan depan di tempat pemakaman MS, kita akan transparan dalam penanganannya,” pungkas Kabidhumas.

Sebelumnya dalam aksi unjuk rasa di depan Polda Sulteng pada Rabu (31/1) kemarin, beberapa pihak mendesak Kapolda Sulteng untuk turun tangan mengungkap kematian Muh Mughni Syakur (19).

LBH Sulteng yang turut unjuk rasa mewakili pihak keluarga juga membuat laporan di SPKT Polda Sulteng untuk meminta agar Polda Sulteng mengusut kematian Muh Mughni Syakur.

Baca Juga  Seorang nelayan ditangkap polisi karena melakukan tindak pidana pengrusakan alat navigasi laut

Untuk diketahui Muh Mughni Syakur ditangkap pihak Polda Sulteng karena dicurigai terlibat pencurian tanggal 13 November 2023. Dirinya meregang nyawa sesaat setelah ditangkap Kepolisian.

banner

Komentar