Waspada! Ini Tiga Gejala Gangguan Kesehatan Saat Cuaca Panas

Ilustrasi cuaca panas. (Foto: Istimewa/Palu Ngataku)

Palu Ngataku – Seorang dokter dari Broadgate General Practice, Johannes Uys menyebut ada tiga gejala yang kemunculannya sering kali dikaitkan dengan cuaca panas. Padahal, ketiga gejala ini juga bisa disebabkan oleh beberapa masalah kesehatan.


Seperti dilansir dari laman Express, Rabu (12/7/2023), Uys menyarankan agar orang-orang tidak mengabaikan ketiga gejala ini bila muncul di saat cuaca panas. Ketiga gejala tersebut di antaranya:

1. Lelah
Rasa lelah yang terus-menerus muncul atau terasa semakin berat mungkin bukan disebabkan oleh cuaca panas, melainkan suatu masalah kesehatan seperti anemia, gangguan tiroid, atau infeksi tertentu.

“Bila Anda merasa terus-terusan lelah, atau rasa lelah semakin memburuk secara progresif, Anda sebaiknya berpikir untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional,” jelas dr Uys.

Baca Juga  Jelang Pemilu 2024, Polri Petakan Dua Provinsi Sangat Rawan

Pada kasus gangguan tiroid seperti hipotiroidisme, misalnya, kelenjar tiroid tidak dapat memproduksi hormon tiroid yang cukup. Padahal, hormon ini berperan dalam meregulasi metabolisme dan produksi energi di dalam tubuh.

2. Sakit Kepala
Paparan cuaca yang panas juga dapat membuat banyak orang merasa pusing atau sakit kepala. Akan tetapi, sakit kepala yang terasa sangat berat atau muncul secara berulang kemungkinan bukan disebabkan oleh cuaca panas.

Menurut dr Uys, keluhan sakit kepala yang berat atau berulang bisa disebabkan oleh beberapa masalah kesehatan yang lebih serius dari sekedar cuaca panas. Beberapa di antaranya adalah sinusitis dan tekanan darah tinggi.

“Peningkatan tekanan dan stres pada pembuluh darah di seluruh tubuh, termasuk di otak, bisa memicu sakit kepala yang hebat,” ucap dr Uys.

Baca Juga  BEM PSDKU Untad Dukung Polri Tekan Kasus Pelecehan Seksual di Tojo Una-una

Di sisi lain, dr Uys mengatakan cuaca yang panas juga dapat memicu peningkatan tekanan darah. Hal ini bisa terjadi karena tubuh kerap merespons panas dengan cara melebarkan pembuluh darah di permukaan kulit.

“Hal itu menyebabkan aliran darah ke kulit meningkat, dan pembuluh darah di beberapa bagian tubuh lain bisa sedikit menyempit (sehingga tekanan darah meningkat),” ungkapnya.

3. Kesulitan Bernapas
Udara yang panas dan lembap bisa membuat orang-orang merasa sedikit lebih sulit untuk bernapas. Akan tetapi, kesulitan bernapas seperti sesak napas tak selalu berkaitan dengan cuaca panas.

Keluhan sesak napas bisa dipicu oleh beberapa masalah pernapasan yang serius. Sebagian di antaranya adalah asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Baca Juga  Tak Hanya di Jalan Raya, Satgas Ops Keselamatan Tinombala Menyasar Tempat Wisata dan Ibadah

“Bila kesulitan bernapas terasa berat atau terus-menerus, perlu ada penanganan medis,” tukasnya.

Komentar