Palu Ngataku – Bripka Wahyudi Raupu, S.H. yang akrab disapa Singa Poboya, kembali menunjukkan tekadnya untuk berprestasi di dunia kepolisian. Putra kebanggaan Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara (Sulut) ini, tengah mengikuti seleksi untuk memasuki Sekolah Inspektur Polisi (SIP) angkatan 54 di Polda Sulawesi Tengah (Sulteng).
Julukan “Tarsikopsir” yang berarti “antar surat, siram kopi” menjadi simbol semangat dan kerja kerasnya.
Sebelumnya, Raupu sudah dua kali berkompetisi dalam seleksi SIP sejak 2024, pada angkatan 53. Meski belum berhasil, ia tak gentar dan terus memperbaiki diri untuk menggapai cita-citanya menjadi seorang perwira polisi yang berkualitas.
Kini, Singa Poboya telah melangkah lebih jauh. Ia berhasil mencapai tahapan tes pemeriksaan kesehatan pada Sabtu (25/1/2025), yang merupakan salah satu tahap penting dalam seleksi SIP. Keberhasilannya hingga tahapan ini menunjukkan dedikasi tinggi dan persiapan matang yang ia lakukan.
Julukan “Singa Poboya” mencerminkan sikapnya yang tak hanya tegas dalam tugas, tetapi juga hangat dan penuh perhatian dalam menjalin komunikasi dengan rekan kerja dan masyarakat.
Seperti filosofi “antar surat, siram kopi,” Raupu selalu mengedepankan kehangatan dalam setiap interaksi, memberikan yang terbaik dengan penuh dedikasi.
Keberadaan Singa Poboya di ajang seleksi SIP ini bukan hanya menjadi kebanggaan keluarga dan daerah asalnya, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak orang yang ingin berjuang untuk meraih impian.
Lettong sejawatnya Brigadir One Zero (Boz) berharap, usahanya kali ini dapat membuahkan hasil yang maksimal dan membuka jalan menuju karier yang lebih tinggi dalam institusi kepolisian menjadi seorang Perwira Polisi yang berkualitas.













Komentar