4 Fakta Kecelakaan KM Virgo Transport 8, Cuaca Buruk hingga 6 Orang Meninggal

PALU NGATAKU – Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kecelakaan yang dialami kapal feri penumpang KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa.

Pada Minggu, 13 September 2026 dini hari, KM Virgo Transport 8 dengan rute perjalanan Surabaya-Banjarmasin itu sempat hilang kontak di perairan tersebut.

Tim SAR dan armada pencarian kapal feri penumpang yang berlayar dari Surabaya itu kemudian ditemukan dalam posisi terbalik, dengan puluhan penumpang yang kemudian dievakuasi.

Menurut laporan di lapangan, pada mulanya kabar ini dikonfirmasi oleh Basarnas, yang mengonfirmasi KM Virgo yang membawa 243 orang sempat melaporkan berlayar menghadapi cuaca buruk lalu hilang kontak.

Hal tersebut diungkap Kabasarnas, Marsdya TNI Mohammad Syafii dalam keterangannya, pada hari yang sama.

“Dilaporkan info awal operasi SAR kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 hilang kontak di Laut Jawa, Provinsi Kalimantan Selatan,” ungkap Syafii.

Lantas, bagaimana sebenarnya kondisi kapal saat itu dan apa saja faktor penyebab terbaliknya KM Virgo di Laut Jawa? Mari telusuri.

Baca Juga  3.524 Personel Gabungan Siap Amankan Arus Mudik, Polda Sulteng Siapkan 92 Pos Pengamanan

Hadapi Cuaca Buruk, Hilang Kontak

Kabasarnas menyebut, jarak tempuh KM Virgo sekitar 80 nautical mile dari Dermaga SAR Basirih Banjarmasin, dengan waktu tempuh sekitar 5 jam.

Pukul 01.00 WIB, KM Virgo melaporkan menghadapi cuaca buruk dan selanjutnya terjadi hilang kontak.

Kemudian, Kantor SAR Banjarmasin memberangkatkan 1 tim menuju Dermaga SAR Basirih dan berangkat menuju titik terakhir kapal, pada Pukul 04.30 WIB.

“Basarnas Command Center (BCC) telah mengirimkan broadcast radio ke seluruh saluran di kawasan dan mengirimkan peta prediksi digital untuk dasar pelaksanaan SAR,” demikian menurut laporan Basarnas.

Selanjutnya, Basarnas juga menerjunkan tim pencarian dari Kantor SAR Banjarmasin, lalu helikopter SAR, hingga armada pencarian dari KRI TNI AL hingga potensi personel SAR lainnya.

107 Selamat, 6 Meninggal Dunia

Atas insiden ini, Kemenhub menyebut ratusan penumpang Kapal Virgo Transport 8 rute Surabaya-Banjarmasin yang hilang kontak di perairan Laut Jawa telah dievakuasi. 

Baca Juga  Satgas Madago Raya Donor Darah untuk Bantu Warga Penderita Tumor di Poso

Berdasarkan pembaruan data dari Kemenhub, pada Senin, 14 September 2026 pukul 10.30 WIB, korban yang dievakuasi berjumlah 107 orang selamat dan 6 korban dinyatakan meninggal dunia.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor KSOP Kelas I Banjarmasin, Heri Purwanto.

“Data sementara, sebanyak 107 orang penumpang telah berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, 6 orang meninggal dunia,” ungkap Heri.

“Sementara proses pencarian dan pendataan lebih lanjut terus berlangsung,” tambahnya.

Dilaporkan, upaya evakuasi dilaksanakan Basarnas dengan dibantu kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian, seperti KM Hai Da, MT Mauhaw, dan TB TCP. 

Heri menyebut, Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin mengerahkan Kapal Negara Kenavigasian KN Kunyit untuk membantu proses evakuasi.

Apa Faktor Penyebab Kecelakaan KM Virgo?

Dalam penuturannya, Heri mengatakan dugaan sementara penyebab kecelakaan masih dalam investigasi.

Kemenhub mengonfirmasi, pihaknya akan mengusut mulai dari faktor alam, faktor teknis, maupun faktor manusia.

Baca Juga  Hari Kenaikan Isa Al Masih, Polisi Hadir di Tengah Jemaat Gereja El-Saddai Poso

“KSOP Utama Tanjung Perak dan KSOP Kelas I Banjarmasin berkomitmen untuk terus memantau perkembangan penanganan insiden ini secara berkala,” beber Heri.

“Dan akan menyampaikan pembaruan informasi resmi kepada masyarakat seiring dengan progress di lapangan,” sambungnya.

Dugaan Kemiringan Berujung Hilang Kontak

Heri menjelaskan, kapal tersebut mengalami diduga mengalami kemiringan dan hilang kontak di sekitar Perairan Masalembo (Laut Jawa) pada Minggu, 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 WITA. 

Berdasarkan data manifes, kapal membawa total 243 orang di atas kapal yang terdiri dari 30 kru, 27 mitra kerja kapal, 59 penumpang dewasa, 1 anak-anak, serta 126 sopir dan kernet beserta 89 unit muatan kendaraan.

“Kami telah merespons cepat laporan insiden yang dialami KMP Virgo Transport 8 di wilayah perairan Masalembo,” beber Heri. 

“Fokus dan prioritas utama kami saat ini adalah keselamatan seluruh pihak yang berada di atas kapal melalui pengerahan operasi penyelamatan yang terkoordinasi,” tandasnya.***

banner

Komentar