PALU NGATAKU – Kapolda Sulteng Irjen Pol Dr Endi Sutendi mengikuti kegiatan Analisa dan Evaluasi (Anev) perkembangan Situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Sitkamtibmas) yang dipimpin Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara virtual melalui video conference, Senin (23/2/2026) siang.
Anev Sitkamtibmas berlangsung di Aula Rupatama Lantai II Markas Polda Sulawesi Tengah dan diikuti oleh seluruh Pejabat Utama (PJU) Polda Sulteng. Hadir di antaranya Irwasda Polda Sulteng Kombes Pol Purwanto Puji Sutan, serta para Direktur dan Kepala satuan kerja di lingkungan Polda Sulteng. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memantau kondisi keamanan nasional dan daerah secara menyeluruh.
Dalam arahannya, Wakapolri menekankan pentingnya komitmen yang kuat, konsistensi dalam bertindak, serta keberlanjutan program sebagai fondasi utama dalam menjalankan tugas kepolisian. Ia menilai, perubahan positif dalam tubuh Polri hanya dapat terwujud apabila seluruh personel memiliki kesadaran dan kemauan yang sama untuk berbenah secara berkelanjutan.
“Tanpa komitmen yang sungguh-sungguh, pengabdian puluhan tahun tidak akan menghasilkan dampak yang berarti bagi institusi. Oleh karena itu, setiap anggota harus menjaga semangat pengabdian sejak awal hingga akhir masa tugasnya,” ujar Wakapolri dalam arahannya.
Wakapolri juga menegaskan bahwa tanggung jawab menjaga marwah dan memajukan Polri bukan hanya berada di pundak pimpinan, melainkan menjadi kewajiban bersama seluruh personel dari tingkat terendah hingga tertinggi. Ia meminta agar setiap anggota bekerja dengan mengedepankan nurani, profesionalisme, serta tanggung jawab moral terhadap institusi dan masyarakat.
Momentum bulan suci Ramadan, lanjut Wakapolri, harus dimanfaatkan sebagai sarana introspeksi diri, memperbaiki sikap dan kinerja, serta memperkuat hubungan antarpersonel. Menurutnya, kesadaran akan keterbatasan manusia hendaknya melahirkan sikap rendah hati dan kemauan untuk terus belajar serta memperbaiki diri dalam menjalankan tugas.
“Kesadaran spiritual dan pertanggungjawaban di akhirat harus menjadi landasan moral dalam bekerja. Hal ini akan mendorong setiap anggota untuk bertindak jujur, adil, dan profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya integritas, kepekaan nurani, serta semangat kebersamaan sebagai prinsip dasar dalam membangun Polri yang semakin dipercaya publik. Peningkatan kinerja, kata dia, harus dilakukan secara konsisten dan tidak bersifat seremonial atau sesaat, melainkan menjadi budaya kerja yang melekat.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Djoko Wienartono menyampaikan bahwa arahan Wakapolri menjadi penguatan moral sekaligus pedoman bagi seluruh jajaran Polda Sulteng. Ia berharap penekanan mengenai komitmen, konsistensi, dan integritas dapat diimplementasikan secara nyata dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, khususnya dalam menjaga stabilitas Sitkamtibmas di wilayah Sulawesi Tengah serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.












Komentar