Karhutla Melanda Pulau Bakalan Bangkep, 72,4 Hektare Lahan Hangus Terbakar Berhasil Dipadamkan

PALU NGATAKU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Pulau Bakalan, Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Sulawesi Tengah. Kebakaran terjadi di kawasan antara Desa Bakalan dan Desa Bulungkobit, Kecamatan Tinangkung.

Kebakaran tersebut menghanguskan lahan seluas sekitar 72,4 hektare. Api membakar area hutan dan semak belukar yang berada di lokasi tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Tengah Asbudianto mengatakan karhutla terjadi pada Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 11.25 WITA. Namun, laporan resmi terkait kejadian tersebut baru diterima BPBD Sulteng pada Minggu (9/8) sekitar pukul 02.48 WITA.

“Pada hari Jum’at, tanggal 07 Agustus 2026, sekitar pukul 11.50 WITA, Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Banggai Kepulauan menerima informasi dari postingan Grup WhatsApp terkait adanya kejadian kebakaran hutan dan lahan,” kata Asbudianto dalam keterangannya, Minggu (9/8/2026).

Baca Juga  Dukung Penguatan Ekonomi Desa, Wakapolda Sulteng Hadiri Launching 1.061 Koperasi Merah Putih

Berdasarkan informasi awal masyarakat, terlihat kepulan asap tebal disertai kobaran api dari kawasan hutan dan semak belukar. Kondisi cuaca yang panas, vegetasi kering, serta angin kencang membuat api dengan cepat meluas.

“Penyebab kejadian sementara diduga akibat kondisi cuaca panas,” ujarnya.

BPBD Bangkep kemudian mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi. Petugas melakukan pemadaman, penyekatan, pendinginan, pemantauan api, serta asesmen cepat dengan berkoordinasi bersama pemerintah desa, kecamatan, dan instansi terkait. Tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat kejadian tersebut.

Asbudianto menyebut proses penanganan sempat terkendala karena lokasi kebakaran berada di wilayah pulau. Sejumlah kebutuhan yang diperlukan antara lain pasokan air, armada mobil tangki pemadam, mesin pompa air, selang, nozzle, dan alat pelindung diri (APD). 

Baca Juga  Temu Pisah Penarikan Mahasiswa KKN MBKM Magang, Dr. Dewi Cahyawati Apresiasi Dedikasi KKN Bela Negara di Papua

Saat ini, api telah padam sepenuhnya dan kondisi lokasi dinyatakan aman. BPBD mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama saat cuaca panas dan kondisi lahan kering.

banner

Komentar