Kena Suspend 1.738 SPPG Disetop Sementara, Pemerintah Evaluasi Kualitas Program MBG

PALU NGATAKU – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengemukakan sebanyak 1.738 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ditangguhkan atau suspend per 12 Mei 2026 untuk memperbaiki kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Berdasarkan data per 12 Mei 2026 terdapat 1.738 SPPG yang diberhentikan sementara atau suspend karena tidak memenuhi standar. Selain itu, Badan Gizi Nasional (BGN) juga mengoperasikan call center SAGI 127 sebagai kanal pengaduan publik,” terang Kepala Bakom, Rabu (13/5/2026).

Ia menegaskan, penguatan pengawasan dan akuntabilitas SPPG terus dilakukan oleh BGN, yang selama ini telah melakukan inspeksi secara berkelanjutan sebagai bentuk pengawasan tata kelola distribusi MBG.

Sepanjang 2026, total pengaduan yang masuk di call center SAGI 127 tercatat 3.615 aduan. Pemerintah berkomitmen memperbaiki tata kelola ini secara berkala kepada publik sebagai wujud akuntabilitas atas program yang dibiayai oleh anggaran negara.

Baca Juga  Kapolda Tinjau SPPG Polda Sulteng, Pastikan Dukungan Program MBG

Kepala Bakom melanjutkan, perbaikan tata kelola MBG tersebut juga turut diiringi dengan dampak positif program yang mulai dirasakan masyarakat, mulai dari pertumbuhan ekonomi hingga mayoritas rumah tangga yang setuju akan program peningkatan gizi nasional tersebut.

“MBG bukan sekedar program makan siang, melainkan memiliki dampak nyata. Pada Januari 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) telah menerbitkan laporan hasil survei monitoring dan evaluasi Program MBG, mulai dari persentase siswa yang menghabiskan seluruh porsi MBG meningkat dari 66,9 persen pada Juli 2025 menjadi 69,8 persen pada November 2025,” paparnya.

Selain itu, juga terdapat perbaikan kualitas menu dan cita rasa secara berkala. Selama periode Januari sampai Oktober 2025, 85,6 persen pemasok MBG mencatatkan kenaikan nilai penjualan.

Baca Juga  Mobil Polisi di Luwuk Diserbu Masyarakat

Kemudian, mayoritas rumah tangga penerima MBG menyatakan setuju atas manfaat program dengan tingkat persetujuan yang meningkat dari Juli ke November 2025 pada seluruh aspek yang disurvei.

“Seperti meningkatkan kemudahan memperoleh makanan bergizi, naik dari 81,4 persen menjadi 84,1 persen, juga memperbaiki perilaku makan bergizi, dari 80,3 persen menjadi 84,1 persen. Selain itu, meringankan beban waktu menyiapkan makan siang, dari 75,4 persen menjadi 78,3 persen,” jelas Kepala Bakom.

Kemudian, MBG juga meringankan pengeluaran sehari-hari, dari 73,6 persen menjadi 75,9 persen.

banner

Komentar