Rumah Dinas Perwira TNI Diduga Disewakan untuk Judol, Ini Respons KSAD

PALU NGATAKU – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan akan menindak tegas anggota TNI aktif yang terbukti memfasilitasi rumah dinas untuk operasional judi online (judol). Pernyataan itu disampaikan menyusul viralnya penggerebekan rumah yang diduga menjadi markas judi online di Jakarta Timur.

Rumah tersebut berada di Kompleks Perumahan Angkatan Darat (KPAD), Jalan Sederhana 7, Kelurahan Cijantung, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Bangunan yang diduga merupakan rumah dinas milik seorang perwira TNI aktif itu disebut disewakan kepada sejumlah orang yang diduga menjalankan aktivitas judi online.

Maruli menegaskan, TNI Angkatan Darat akan mengambil tindakan apabila ditemukan bukti keterlibatan anggota aktif dalam kegiatan ilegal tersebut. Hal itu termasuk jika anggota terbukti memberikan fasilitas untuk mendukung operasional judi online.

Baca Juga  Sepakbola Dangdut Nambaso Antar ASN Sukses Digelar, RSUD Madani Bawa Pulang Trofi

“Pokoknya, kalau ada laporan, kita pasti tindak tegas,” kata Maruli di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (7/10/2026).

Maruli juga memastikan pihaknya akan merespons dengan cepat apabila hasil pemeriksaan menemukan keterlibatan anggota TNI dalam kasus tersebut. Ia menegaskan, dugaan pelanggaran yang melibatkan personel TNI akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kalau kita pasti respons cepat. Sudah, pasti cepat. Kalau kita cepat, lah,” tegasnya.

Sebelumnya, video penggerebekan rumah yang diduga menjadi lokasi operasional judi online beredar luas di media sosial. Penggerebekan dilakukan pada Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 07.30 WIB setelah polisi menerima laporan warga yang mencurigai aktivitas di rumah tersebut.

Dalam penggerebekan itu, petugas mengamankan 11 orang yang diduga terlibat dalam operasional judi online. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti, yakni 32 unit komputer, 14 telepon seluler, dan sembilan lembar kartu tanda penduduk (KTP). Dugaan keterlibatan anggota TNI dalam penyediaan rumah tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.

banner

Komentar