Saham BCA Jadi Sorotan, Waket DPR RI Tegaskan Pembelian Harus Lewat Mekanisme Pasar

PALU NGATAKU – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menilai pembelian saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tidak menjadi persoalan selama dilakukan sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku di pasar modal. Menurutnya, transaksi saham merupakan bagian dari aktivitas investasi yang sah.

Pernyataan itu disampaikan Dasco saat menanggapi pergerakan saham BCA yang pada perdagangan Kamis (11/6/2026) menunjukkan penguatan di tengah kondisi pasar yang masih berfluktuasi. Ia bahkan menyebut harga saham BBCA saat ini relatif menarik bagi investor.

“Kalau dilakukan melalui mekanisme pasar, apalagi saat ini sahamnya lumayan agak murah, ya dibeli saja,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Ketua Harian Partai Gerindra tersebut juga menegaskan bahwa BCA merupakan salah satu perusahaan swasta nasional yang memiliki posisi strategis dalam perekonomian Indonesia. Karena itu, kepemilikan saham perusahaan tersebut dinilai wajar selama mengikuti ketentuan yang berlaku.

Baca Juga  Polres Morowali Tetapkan 4 Tersangka Pengeroyokan Pemuda hingga Tewas di Bahodopi

Menurut Dasco, tidak ada alasan untuk mempermasalahkan pembelian saham BCA apabila seluruh prosesnya dilakukan secara transparan dan sesuai regulasi pasar modal. Ia pun mempersilakan investor yang berminat untuk melakukan pembelian.

Sementara itu, perdagangan saham pada Kamis pagi dibuka dengan tekanan di pasar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat bergerak di zona merah dan turun ke level 5.800-an pada awal sesi perdagangan.

Berdasarkan data RTI, IHSG berada di posisi 5.889,29 atau melemah 13,07 poin setara 0,22 persen. Pada sesi pembukaan, indeks sempat bergerak di level tertinggi 5.929,55 dan menyentuh level terendah 5.850,57.

Meski IHSG terkoreksi, saham BBCA justru mencatat kinerja positif. Harga saham emiten perbankan terbesar di Indonesia itu naik sekitar 1,7 persen ke level Rp5.750 per saham dan menjadi yang paling menguat dibandingkan saham empat bank besar lainnya pada perdagangan pagi tersebut.

banner

Komentar