Tiga Selempang dalam Sebelas Hari, Kisah Perjuangan Keluarga Kecil yang Menginspirasi

PALU NGATAKU – Bulan Juni 2026 menjadi momen yang penuh kebahagiaan bagi keluarga kecil Ipda Irfan Harun dan Brigpol Sri Wahyuni. Dalam rentang waktu sekitar sebelas hari, tiga capaian penting berhasil diraih oleh pasangan anggota Polri tersebut bersama putri tercinta mereka.

Momen pertama terjadi pada 4 Juni 2026 saat Irfan Harun, S.A.P. resmi dilantik menjadi Inspektur Polisi Dua (Ipda) setelah menyelesaikan pendidikan di Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Lemdiklat Polri selama empat bulan. Pelantikan tersebut menjadi tonggak baru dalam perjalanan kariernya sebagai anggota Kepolisian Republik Indonesia.

Kebahagiaan keluarga itu berlanjut sepuluh hari kemudian. Putri mereka, Deandra Nadira Harun, menuntaskan pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK) B di Kun Anta Preschool, Kota Palu. Kelulusan tersebut menjadi langkah awal bagi Deandra untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Dasar (SD).

Baca Juga  115 Putra-putri Dinyatakan Lulus Terpilih Calon Anggota Polri di Sulteng

Tidak berhenti sampai di situ, sehari setelah momen kelulusan sang anak, Brigpol Sri Wahyuni juga mencatatkan prestasi akademik yang membanggakan. Pada Senin (15/6/2026), ia mengikuti ujian tutup akhir sekaligus yudisium Program Pascasarjana Hukum Universitas Tadulako.

Melalui proses tersebut, Sri Wahyuni resmi menyandang gelar Magister Hukum. Dengan pencapaian itu, kini ia memiliki gelar akademik Brigpol Sri Wahyuni, S.H., M.H., sebagai hasil dari perjuangan yang dijalani di tengah tugas dan tanggung jawab sebagai anggota Polri.

Ipda Irfan Harun, S.A.P. mengaku bersyukur atas berbagai pencapaian yang diraih keluarganya dalam waktu yang berdekatan. Menurutnya, seluruh proses tersebut tidak datang secara instan, melainkan melalui perjuangan, pengorbanan, serta dukungan satu sama lain dalam keluarga.

Baca Juga  Gubernur Sulteng Tegaskan Akan Bela Hak Rakyat di Konflik Agraria Palu

“Alhamdulillah, pencapaian ini tentunya tidak mudah diraih. Semua ini dijalani dengan penuh kesabaran dan saling support menguatkan antar kami sehingga bisa sampai di titik ini,” kata Irfan Jo sapaan akrabnya dalam keterangan tertulisnya kepada media ini.

Ia berharap berbagai capaian yang diraih keluarganya tidak menjadi alasan untuk berubah menjadi pribadi yang berbeda. 

“Sebaliknya, prestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi untuk terus bersikap rendah hati, meningkatkan kualitas diri, serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, institusi, dan keluarga,” pungkasnya.

banner

Komentar