Tolak Kenaikan BBM, Aksi Unjuk Rasa di Palu Sempat Ricuh!







Palu Ngataku – Sejumlah aksi unjuk rasa (Unras) kembali terjadi di berbagai daerah di tanah air setelah pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), pada hari Sabtu (03/09/22) lalu.


Di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) sendiri, sebanyak 600 mahasiswa aksi unjuk rasa dari aliansi masyarakat dan mahasiswa itu digelar didepan Kantor DPRD, Jalan Sam Ratulangi, Kota Palu, Selasa (06/09) siang hingga petang.


Sebelumnya, aksi penolakan kenaikan harga BBM di ibu kota Provinsi Sulteng itu terjadi sejak Senin (5/09), bahkan sempat terjadi kericuhan.


Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Didik Supranoto, S.I.K, M.H mengatakan bahwa pihaknya dalam mengamankan aksi unjuk rasa itu, menurunkan sebanyak 636 personel gabungan yang terdiri dari personel Polresta Palu sebanyak 225 personel dan BKO Polresta Palu dari Polda Sulteng sebanyak 411 personel.

Baca Juga  Hari ini, Satgas Operasi Keselamatan Tinombala 2022 Turun ke Jalan bagi Sembako


Kabid Humas menuturkan bahwa aksi unjuk rasa yang digelar hari ini, pihaknya tetap mengedepankan upaya persuasif dan preventif. Bahkan aksi unjuk rasa atau menyampaikan pendapat di muka umum diatur dalam undang-undang.


“Adapun tuntutannya yakni menolak kenaikan harga BBM. Dalam aksi unjuk rasa hari ini juga sempat terjadi kericuhan namun bisa dikendalikan oleh petugas dilapangan, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.


Dipenghujung aksi unjuk rasa itu, perwakilan mahasiswa dari aliansi masyarakat dan mahasiswa diterima langsung oleh salah satu perwakilan anggota dewan.


Setelah melewati negosiasi yang panjang, akhirnya aksi aliansi masyarakat dan mahasiswa se Kota Palu itu membubarkan diri, dengan tetap menjaga situasi dalam keadaan aman dan kondusif. (*/**)

banner

Komentar