Wahdah Islamiyah Soroti Isu Seksual dan Ketahanan Keluarga pada Semarak Muktamar V di Palu 

PALU NGATAKU – DPW Wahdah Islamiyah Sulawesi Tengah menggelar Seminar Nasional Semarak Muktamar V di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako (UNTAD) Palu, Sabtu (8/8/2026).

Mengusung tema “Merawat Fitrah, Menguatkan Keluarga, Membangun Peradaban”, seminar membahas isu identitas seksual dan gender, ketahanan keluarga, pendidikan karakter, serta tantangan generasi di era digital.

Sekitar 300 peserta hadir langsung, sementara peserta lainnya mengikuti secara virtual melalui Zoom. Seminar menghadirkan Rektor IAI STIBA Makassar Ustaz Dr H Ahmad Hanafi, Lc, MA, PhD dan Guru Besar Fakultas Pertanian UNTAD Prof Dr H Jamaluddin M Sakung.

Ketua DPW Wahdah Islamiyah Sulteng K.H. Muhammad Yani Abdul Karim mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar rangkaian menuju Muktamar V, tetapi menjadi ruang menyuarakan persoalan yang menjadi perhatian masyarakat.

Baca Juga  Mangkir Dua Kali dari Panggilan, Terduga Pelaku Diskriminasi Ras Diamankan Polres Morowali

“Semarak ini bukan sekadar sebuah prolog, sebuah prakondisi untuk muktamar. Tapi ini memang rangkaian kegiatan untuk bagaimana menyuarakan apa yang menjadi kegelisahan dari sebuah entitas masyarakat bernama Wahdah Islamiyah,” ujarnya.

Muhammad Yani menilai keterlibatan akademisi penting untuk memperkuat kolaborasi dalam bidang pendidikan dan pembangunan peradaban. Menurutnya, ilmu pengetahuan merupakan fondasi penting dalam membangun peradaban.

Sementara itu, Ahmad Hanafi membawakan materi “Pemikiran Sistemik & Strategis: Fitrah Manusia & Tantangan Ideologi Kontemporer”. Ia menyebut fitrah sebagai kecenderungan manusia kepada kebenaran dan kebaikan serta menekankan peran keluarga dalam menjaganya.

“Realitas ancaman ini ada, disorupsi modernisme yang hadir hari ini, krisis global yang luar biasa. Bahkan dipublikasikan, dikampanyekan di tengah kehidupan kita, terutama ketika dia sudah hadir di media-media sosial yang dikonsumsi oleh anak-anak kita,” katanya.

Baca Juga  Tudingan ke Seskab Teddy Viral, Qodari: Tokoh Publik Bisa Terkecoh Isu Hoaks

Ia mendorong penguatan pendidikan berbasis keluarga dan dakwah di ruang digital. Pendekatan edukasi, konseling, dan kebijakan juga dinilai penting dalam menghadapi tantangan tersebut.

Staf Ahli Gubernur Sulteng Bidang SDM, Pengembangan Kawasan, dan Wilayah, Dr Ir Rusmiadi, yang mewakili Gubernur Anwar Hafid, menyebut tema seminar relevan dengan tantangan masyarakat saat ini.

“Merawat fitrah, menguatkan keluarga, membangun peradaban sangat krusial dan relevan dengan tantangan zaman yang kita hadapi pada saat ini,” ucapnya.

Rusmiadi menegaskan keluarga merupakan fondasi bangsa. Ketahanan keluarga dari sisi spiritual, ekonomi, pendidikan, dan sosial dinilai menentukan kualitas generasi.

“Keluarga adalah fondasi utama sebuah bangsa. Jika keluarga-keluarga kuat, baik secara spiritual, secara ekonomi, secara pendidikan maupun ketahanan sosialnya, maka daerah kita akan berdiri kokoh,” terangnya.

Baca Juga  Prihatin Unjuk Rasa Menolak Revisi UU Pilkada Ricuh, Kapolda Sulteng Jenguk Korban di Rumkit Bhayangkara

Menurutnya, pembangunan peradaban tidak cukup hanya melalui pembangunan fisik. Penguatan kualitas sumber daya manusia harus berjalan bersama pembangunan mental dan spiritual.

“Pembangunan fisik tidak akan pernah lengkap tanpa pembangunan mental dan spiritual,” tegasnya.

Seminar tersebut diharapkan menghasilkan gagasan dan rekomendasi yang dapat diterapkan di masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Semarak Muktamar V Wahdah Islamiyah di Sulawesi Tengah.

banner

Komentar