Warga Aceh Tamiang Minta Polisi Tindak Tegas Illegal Mining di Sepanjang Sungai Tamiang

PALU NGATAKU – Maraknya aktivitas penambangan ilegal atau illegal mining di sepanjang aliran Sungai Tamiang mulai meresahkan. Masyarakat mendesak aparat penegak hukum untuk segera turun tangan dan menindak tegas para pelaku sebelum kerusakan lingkungan semakin parah dan bencana banjir kembali melanda wilayah tersebut.

Sejumlah warga mengaku khawatir dengan aktivitas pengerukan material sungai yang terus berlangsung di beberapa titik. Mereka menilai praktik tersebut tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berpotensi merusak ekosistem sungai yang selama ini menjadi penyangga kehidupan masyarakat.

Sungai Tamiang diketahui memiliki peran penting sebagai jalur aliran air utama di kawasan tersebut. Karena itu, aktivitas penambangan tanpa izin dikhawatirkan dapat mengubah struktur dasar sungai, mempercepat erosi bantaran, dan memicu pendangkalan yang pada akhirnya meningkatkan risiko banjir saat musim hujan tiba.

Baca Juga  Panggung Bhayangkara Relaksasi Sosial TNI Polri dan Masyarakat di Polda Sulteng

“Kami berharap aparat keamanan segera turun tangan. Jangan sampai menunggu kerusakan semakin parah atau banjir besar kembali terjadi baru dilakukan tindakan,” ujar salah seorang warga saat ditemui media ini, Sabtu, 30 Mei 2026.

Kekhawatiran masyarakat bukan tanpa alasan. Banjir besar yang melanda Aceh Tamiang pada 2025 lalu masih menyisakan trauma bagi banyak warga. Selain merendam permukiman, bencana tersebut juga menyebabkan kerugian ekonomi yang tidak sedikit serta mengganggu aktivitas masyarakat dalam waktu yang cukup lama.

Warga menilai pengawasan terhadap aktivitas penambangan ilegal perlu diperketat. Mereka juga berharap adanya langkah penegakan hukum yang konsisten agar para pelaku mendapatkan efek jera dan tidak lagi melakukan aktivitas yang dapat merusak lingkungan.

Baca Juga  WIZ Sulteng Salurkan Bantuan Logistik Tahap Kedua untuk Korban Banjir Bandang di Desa Wombo

Selain penindakan hukum, masyarakat juga meminta pemerintah dan instansi terkait untuk melakukan pengawasan secara berkelanjutan terhadap kawasan sungai yang rawan menjadi lokasi penambangan ilegal. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kelestarian Sungai Tamiang bagi generasi mendatang.

Seluruh pihak juga diharapkan dapat bersinergi dalam melindungi Sungai Tamiang dari berbagai bentuk eksploitasi yang tidak bertanggung jawab. Dengan demikian, ancaman kerusakan lingkungan dan potensi bencana yang dapat merugikan masyarakat dapat dicegah sejak dini.

banner

Komentar