Palu Ngataku – Upaya Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dalam mendorong kemajuan transportasi udara akhirnya membuahkan hasil besar.
Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu resmi menyandang status bandara internasional penuh, setelah Kementerian Perhubungan menerbitkan Keputusan Menteri Nomor KM 37 dan KM 38 Tahun 2025.
Perubahan status ini membuka peluang bagi Palu untuk melayani penerbangan internasional reguler, tidak hanya penerbangan charter seperti sebelumnya.
“Alhamdulillah, perjuangan tiga bulan terakhir ini tidak sia-sia. Bandara kita kini resmi menjadi Bandara Internasional,” kata Gubernur Anwar dengan rasa syukur dikutip dari akun resmi media sosialnya, pada Kamis (14/8/2025).
Pemprov Sulteng bergerak cepat mempersiapkan transisi ini. Dalam rapat koordinasi pagi tadi, dibahas pemenuhan kebutuhan enam bulan ke depan sebelum jadwal penerbangan internasional reguler dimulai. Persiapan meliputi integrasi layanan Bea Cukai, Imigrasi, dan Karantina, serta pemenuhan semua persyaratan administrasi sesuai standar global.
Pemerintah daerah juga akan menyiapkan personel terlatih di pos imigrasi, karantina, dan bea cukai. Di sisi infrastruktur, pengadaan peralatan X-ray senilai Rp 2–2,5 miliar dan pemenuhan rekomendasi teknis Kementerian Pertahanan menjadi prioritas.
Salah satu pertimbangan utama penetapan status ini adalah dukungan terhadap pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu. Berbeda dengan Bandara IMIP Morowali yang mendapat status internasional terbatas untuk penerbangan charter setahun, Bandara Mutiara mendapatkan izin penuh.
Meski begitu, Gubernur menegaskan perlunya perpanjangan landasan pacu dari 2.500 meter menjadi 3.000 meter. Langkah ini penting agar pesawat berbadan lebar seperti Airbus A330 bisa terbang langsung ke Tiongkok atau destinasi jarak jauh tanpa transit.
Rencana pendanaan perpanjangan landasan akan dijajaki, termasuk melalui skema CSR perusahaan besar.
“Kalau landasan kita memenuhi syarat, ibadah haji dan umrah bisa langsung dari Palu, biaya lebih murah, dan waktu perjalanan lebih singkat,” ujar Anwar.
Dengan status internasional ini, Bandara Mutiara SIS Al-Jufri diharapkan menjadi gerbang utama Sulawesi Tengah ke pasar global, mengerek sektor pariwisata, investasi, dan UMKM.
“Ini bukan hanya prestasi pemerintah, tapi kebanggaan seluruh masyarakat Sulteng,” tegas Gubernur.












Komentar