Gubernur Anwar Hafid Sebut Jembatan Wombo Kalonggo sebagai “Tol Desa”, Ini Alasannya!

PALU NGATAKU – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid menyebut Jembatan Wombo Kalonggo bukan sekadar penghubung antardesa, melainkan memiliki peran penting sebagai jalur vital bagi masyarakat di Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala.

Hal itu disampaikan Anwar Hafid saat meninjau pembangunan Jembatan Wombo Kalonggo di Desa Wombo Kalonggo, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Minggu (4/10). Ia menyebut jembatan tersebut sebagai “tol desa” karena mampu memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus membuka akses antarkawasan.

“Ini jalur yang sangat vital bagi masyarakat antara dua desa. Ini sama dengan Berani Lancar, namanya tol desa,” kata Anwar Hafid. Menurutnya, keberadaan jembatan tidak hanya menghubungkan Desa Wombo dan Wombo Kalonggo, tetapi juga memperkuat konektivitas menuju Desa Wombo Mpanau dan wilayah sekitarnya.

Baca Juga  Ada Oknum PNS, 8 Tersangka Karhutla Ditangkap Polda Kalteng

Anwar mengatakan pembangunan infrastruktur tersebut merupakan bentuk dukungan Pemprov Sulteng kepada pemerintah kabupaten dalam memastikan akses masyarakat tetap terbuka, di tengah keterbatasan kemampuan fiskal daerah. 

Menurut dia, jalan dan jembatan tidak semata-mata menjadi bangunan fisik, tetapi merupakan akses menuju pusat ekonomi, pelayanan publik, pendidikan, hingga aktivitas sosial masyarakat.

Pemprov Sulteng, lanjut Anwar, juga mendorong penguatan konektivitas Siniu-Pantolon sebagai jalur alternatif yang dinilai strategis. Jalur tersebut diharapkan dapat membuka pilihan akses baru sekaligus mendukung pengembangan kawasan industri di wilayah tersebut.

“Kalau Kebun Kopi macet, bisa lewat Siniu, bisa lewat Sausu. Kira-kira begitu. Jadi, kita ingin membangun konektivitas yang memberikan pilihan akses bagi masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi,” ujarnya. 

Baca Juga  Lantik dr. Komang Sebagai Dokter Ahli Utama, Gubernur Sulteng Ajak Sukseskan Program BERANI Sehat

Ia menambahkan, konektivitas tersebut juga diarahkan untuk menopang Siniu sebagai salah satu kawasan industri pengolahan baterai dan sektor pendukung lainnya.

Dalam kunjungan tersebut, Anwar juga menyampaikan perkembangan sejumlah program 9 BERANI. Program Berani Cerdas Kuliah disebut telah memberikan manfaat kepada sekitar 47 ribu mahasiswa, sementara Berani Sehat telah melayani sekitar 270 ribu masyarakat Sulteng, termasuk warga yang tidak memiliki BPJS aktif, menunggak iuran, maupun memiliki penyakit yang tidak ditanggung BPJS.

Selain itu, Pemprov Sulteng menyerahkan bantuan sosial berupa 1.500 paket sembako kepada masyarakat di tiga desa, masing-masing sebanyak 500 paket. Masyarakat juga didorong menyampaikan aspirasi maupun pengaduan melalui layanan Berani Samporoa di nomor 0811-6662-222 yang tersedia selama 24 jam. 

Baca Juga  Aksi Peduli Sungai Diapresiasi, Gubernur: Sulawesi Tengah Alamnya Indah dan Banyak Misteri

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP-PKK Sulteng Ny. Sry Nirwanti Bahasoan, Anggota DPRD Donggala Mas Ali, S.AP. (Purn. TNI), Camat Tanantovea, pimpinan OPD, para kepala desa, unsur BPD, kepala dusun, serta tokoh adat, agama, pemuda, dan masyarakat.

banner

Komentar