Ikhwan Islam Garis Keras Dukung Polda Sulteng Tangkal Paham Radikal di Tojo Una-una

Para ikhwan Islam Garis Keras (IGK) di wilayah Dusun Kainyole Desa Podi Kab. Tojo Una Una. (Foto: Istimewa)

Palu Ngataku – Para ikhwan Islam Garis Keras (IGK) di wilayah Dusun Kainyole Desa Podi Kab. Tojo Una Una siap menjaga kamtibmas dan mendukung tugas Kepolisian Sulawesi Tengah. mendukung pihak Kepolisian Daerah Sulteng untuk menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif.


Para ikhwan Islam Garis Keras (IGK) ini juga turut berupaya mencegah paham radikal yang dikhawatirkan masuk ke wilayah Sulteng serta menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif. Hal ini diungkapkan langsung oleh salah satu Ikhwan Islam Garis Keras (IGK), Jumat (28/7/2023).

Baca Juga  Siswa SIP Angkatan 52 Polda Sulteng Bagikan Sembako ke Panti Asuhan di Palu


“Kami ikhwan Islam Garis Keras (IGK) pada hakekatnya mendukung pihak Kepolisian dalam hal ini Kepolisian Daerah (Polda) Sulteng, dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif serta mencegah paham radikal di wilayah Sulteng,” ucapnya.


Terkait radikalisme di negeri ini diakuinya dapat mengganggu stabilitas nasional bahkan menimbulkan terjadinya perpecahan.


Olehnya kami sangat mendukung upaya pihak Kepolisian khususnya Polda Sulteng untuk mencegah masuknya paham radikalisme di wilayah Dusun Kainyole Desa Podi Kab. Tojo Una Una,” katanya.


“Indonesia merupakan negara Bhinneka Tunggal Ika, maka kami tidak setuju segala bentuk kekerasan yang mengatasnamakan kelompok,” tambahnya.


Ia juga menuturkan, pihaknya saat ini terus melakukan aktivitas yang positif untuk menghindari pemikiran radikalisme dan intoleran, sebutnya.

Baca Juga  22 Hari Operasi Mantap Brata, Wilayah Sulteng Masih kondusif dan Netralitas Polri Tetap Terjaga


Sehingga dapat terjaga situasi kamtibmas di wilayah Dusun Kainyole Desa Podi Kab. Tojo Una Una tetap aman dan kondusif serta terhindar dari aksi terorisme, sambungnya.


“Hindari paham radikal dan melakukan aktivitas yang positif untuk menghidupi keluarga serta melakukan kegiatan yang diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk menghindari paham radikal yang tersebar,” pungkasnya.

banner

Komentar