Kasus Anak Bupati di Riau Positif Narkoba, BNN Sebut Bukan Pengguna Aktif

PALU NGATAKU – Sebagian publik di Tanah Air tengah ramai menyoroti sosok AF, seorang anak dari bupati di Provinsi Riau yang diduga menyalahgunakan narkoba jenis ganja.

Kasus ini mulanya terungkap usai polisi melakukan penggerebekan di sebuah tempat hiburan malam di Kota Pekanbaru, Riau pada Minggu, 24 Mei 2026 sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.

Kapolresta Kota Pekanbaru, Kombes Pol Muharman Artha menyebut AF menjadi salah satu dari total 13 orang yang terjaring razia tersebut.

“Hasil tersebut diketahui dari tes urine setelah mereka terjaring razia di sebuah tempat hiburan malam di Pekanbaru,” kata Artha dikutip dalam keterangannya, pada Jumat, 29 Mei 2026.

Para Tersangka Positif Ganja dan Etomidate

Dalam keterangannya, Artha menuturkan, AF dinyatakan positif narkoba berupa ganja dan etomidate. 

Selain AF, terdapat seorang selebgram berinisial SA yang juga disebut positif narkoba serupa.

Baca Juga  Main di Sungai Sigi, Bocah Perempuan Ditemukan Tak Bernyawa di Pantai Mamboro

Artha menerangkan, tim menemukan dugaan penyalahgunaan narkoba di salah satu ruangan tempat hiburan malam. 

“Petugas kemudian mengamankan total sebanyak 13 orang,” sebutnya.

Setelah itu, mereka kemudian menjalani tes urine di Rumah Sakit Bhayangkara, dengan hasil seluruhnya positif. 

Beberapa orang yang tertangkap lainnya, berinisial KS (32), RR (22), GSA (23), TT (28), AF (21), MAY (24), FTR (22), IMF (22), MA (23), NR (23), SAP (22), SA (23), dan ALS (23). 

Setelah pemeriksaan, 2 orang berinisial FTR dan MAY diduga menjadi pemilik barang bukti narkoba. 

FTR diduga mempunyai 9,8 gram daun ganja kering dan empat cartridge, sedangkan MAY diduga memiliki 1,2 gram daun ganja.

Setelah kasus narkoba yang diduga melibatkan seorang anak bupati wilayah Riau ini viral di media sosial, Badan Narkotika Nasional (BNN) pun turut angkat bicara.

BNN: AF Tidak Terlibat Jaringan Narkoba

Baca Juga  Imam Masjid Nurul Jannah Poso Dukung Polri Cegah Paham Ideologi Menyimpang

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BNN Kota Pekanbaru, Wawan Setiawan mengatakan, pihaknya melakukan asesmen kepada 13 orang yang tertangkap dan dinyatakan positif narkoba. 

Hasilnya, 1 orang pelaku lanjut ke tingkat penyidikan, sedangkan 1 orang lainnya menjalani rawat inap selama 3 bulan, 

Sementara itu, 11 orang lainnya ditetapkan untuk menjalani rawat jalan 3-6 kali pertemuan. 

Wawan menuturkan, berdasarkan hasil asesmen gabungan dari tim hukum dan tim medis, AF dinyatakan tidak terlibat jaringan narkotika dan masuk kategori pengguna narkotika ringan. 

“Masukan dari tim hukum dan tim medis, bahwa yang bersangkutan tidak terlibat jaringan dan menggunakan narkotika kategori ringan,” kata Wawan.

“Diputuskan dirawat jalan di BNN Kota Pekanbaru sebanyak 4 kali,” sambungnya.

Wawan menjelaskan, AF yang merupakan anak bupati di wilayah Provinsi Riau, tidak terbukti menggunakan ganja secara langsung. 

“Tersangka inisial AF positif etomidate dan ganja. Tetapi untuk ganja, dia tidak menggunakan ganja, termasuk juga dibenarkan dengan keterangan 2 orang pengguna ganja lainnya,” ungkapnya. 

Baca Juga  Rohaniawan Kamtibmas Sosialisasikan Toleransi dan Pencegahan Radikalisme di Rapat Kerja GSJA

AF Disebut Positif dari Paparan Asap

Berdasarkan hasil pendalaman tim asesmen, pihaknya menemukan bahwa AF diduga terpapar asap ganja.

BNN mengklaim, paparan asap ganja tersebut saat AF berada di dalam toilet, tempat 2 tersangka lainnya menghisap ganja. 

“Kok bisa tidak menggunakan ganja, tapi tiba-tiba positif? Ternyata, dua tersangka yang menggunakan ganja, mereka menghisap ganja di dalam toilet. Lalu AF masuk ke toilet tersebut,” ucap Wawan.

Selain itu, BBN Pekanbaru juga telah meminta penjelasan medis terkait kemungkinan paparan ganja lewat asap.

Hasilnya, dokter menyebutkan bahwa hal tersebut bisa terjadi, sehingga tersangka dinyatakan positif ganja. 

“Dan saya tanya ke dokter, apakah bisa positif ganja jika situasinya seperti itu, menghirup asap di udara? Ternyata bisa,” terang Wawan. 

“Yang bersangkutan mengaku tidak menggunakan ganja,” tandasnya.***

banner

Komentar