PW Muhammadiyah Sulteng Imbau Warga Sampaikan Aspirasi Damai dan Tertib

Palu Ngataku – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Tengah, Muh. Amin Parakassi, S.Ag., M.HI mengimbau masyarakat agar menyampaikan aspirasi melalui aksi unjuk rasa dilakukan secara damai dan tertib. Imbauan ini disampaikan menyusul maraknya aksi unjuk rasa di berbagai daerah dalam beberapa waktu terakhir.

Dalam pernyataannya pada Sabtu (30/8/2025), Amin menegaskan bahwa menyampaikan aspirasi merupakan hak setiap warga negara yang dijamin konstitusi. Namun ia mengingatkan bahwa hak tersebut harus dilakukan dengan menjunjung tinggi ketertiban dan kedamaian.

“Menyampaikan aspirasi adalah hak kita sebagai warga negara, namun dengan cara tetap menjunjung norma hukum dan norma adat yang berlaku di masyarakat,” ujarnya. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah.

Baca Juga  Satgas Pekat Tinombala 2026 Gerebek Lokasi Judi Kartu di Palu, Sejumlah Pelaku Diamankan

Amin menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban dalam setiap aksi. Menurutnya, aspirasi yang disampaikan dengan cara damai akan lebih mudah diterima oleh pemerintah maupun pihak terkait.

Tak hanya kepada masyarakat, Amin juga menyampaikan imbauannya kepada para pemegang kebijakan. Ia meminta agar setiap aspirasi masyarakat benar-benar didengar dan dipertimbangkan dalam proses pengambilan keputusan.

“Para pemegang kebijakan harus membuka ruang mendengar suara rakyat. Aspirasi yang disampaikan secara tulus hendaknya diterima dengan hati terbuka,” jelasnya.

Lebih lanjut, Amin menyampaikan keyakinannya kepada aparat kepolisian untuk terus mengawal jalannya demokrasi. Ia berharap aparat tetap profesional dan tidak terpancing oleh situasi di lapangan.

“Kami percaya kepada pihak kepolisian agar terus mengawal demokrasi dan jangan mudah terpancing. Inilah perjuangan bersama untuk kebaikan berbangsa dan bernegara,” tutupnya. Imbauan ini diharapkan menjadi pedoman bersama dalam menjaga harmoni sosial sekaligus memperkuat demokrasi di Sulawesi Tengah.

banner

Komentar