Soal Penyerangan Polres Jeneponto, Akhirnya Mabes Polri Angkat Bicara!

Karo Penmas Divhumas Mabes Polri, Brigjen. Pol. Ahmad Ramadhan. (Foto: Istimewa)

Palu Ngataku – Polri menegaskan jika kejadian penyerangan Polres Jeneponto, Sulawesi Selatan, oleh orang tidak dikenal (OTK) tidak akan mengganggu sinergitas dengan TNI.


Saat ini, tim gabungan Polri-TNI telah turun menginvestigasi peristiwa penyerangan tersebut. Tim gabungan TNI-Polri ini dipimpin oleh Kadiv Propam Polri Irjen Pol. Syahar Diantono bersama Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI Laksamana Muda TNI Edwin.

“Bahwa kasus jeneponto ini kami pastikan TNI-Polri tetap solid, tidak mengganggu pelaksanaan tugas dari TNI-Polri. Sinergi tetap dilakukan. Kasus ini tidak memengaruhi solidaritas dan sinergitas TNI-Polri,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Ahmad Ramadhan di Jakarta, Senin (1/5/2023).


Brigjen Pol. Ramadhan juga menegaskan akan ada tindakan tegas jika ditemukan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh anggota. “Masing-masing instansi ketika akan menemukan pelanggaran nanti akan ditindaklanjuti,” tuturnya.

Pada Kamis dini hari (27/4), Markas Polres Jeneponto diduga diserang oleh puluhan orang hingga menyebabkan seorang anggota polisi yang berjaga mengalami luka tembak di bagian perutnya.

Potongan video berdurasi 60 detik yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi ruangan kantor terlihat berantakan. Puing-puing kaca berserakan di ruang Seksi Profesi Pengamanan (Propam) Polres Jeneponto maupun ruangan lainnya, termasuk ruangan untuk beribadah.
Baca Juga  Wakapolri Resmi di Jabat Oleh Komjen Agus Andrianto Sebelumnya Menjabat Kabareskrim

Komentar