Viral! Nakes di Sulteng Buat Konten Perbandingan Pasien Umum dan BPJS, Ini Kata Netijen!

Video nakes viral tersebut diunggah oleh akun Twitter @tanyakanrl dan mendapatkan berbagai hujatan karena dianggap tidak profesional. (Foto: Istimewa)

Palu Ngataku – Jagat media sosial dibuat kesal dengan ulah tiga tenaga kesehatan (Nakes) di Sulawesi Tengah (Sulteng) yang membuat konten video TikTok perbandingan pelayanan antara pasien umum dan BPJS.

Dalam video tersebut, memperlihatkan tiga nakes yang berjoget-joget bahagia saat melayani pasien umum. Namun, saat melayani pasien BPJS, ke-tiga nakes tersebut malah bersantai sambil bermain ponsel di atas meja dan di atas ranjang pasien.

Video nakes viral tersebut diunggah oleh akun Twitter @tanyakanrl dan mendapatkan berbagai hujatan karena dianggap tidak profesional.

Tak hanya warganet saja, banyak dokter dan nakes-nakes lain yang juga turut berkomentar menyayangkan perbuatan dari ke-tiga nakes yang diketahui bertugas di UPTD Puskesmas LAMBUNU 2, Parigi Moutong, Sulteng.

“Lah, bagaimana rakyat atau pasien nggak makin kesel ke nakes kalau begini? Makin susah dibilangin, makin susah pula dibelain,” tulis dr. Andi Khomeini Takdir melalui akun Twitter-nya @dr_koko28 yang juga merupakan seorang Dokter ahli penyakit dalam.

Baca Juga  Oknum Pendukung Argentina Tewas Ditikam Pendukung Prancis di Manado

“Ya jangan marah kalau dibandingin sama nakes negara tetangga. Sejawat sendiri aja ada yang modelan kayak begini,” ucap akun @sdenta yang juga merupakan seorang seorang Dokter Spesialis Anak.

Postingan tersebut juga mendapatkan komentar dari akun resmi BPJS RI.

“Salam. Mohon maaf, jika ada ketidaksesuaian pelayanan kesehatan yang diberikan oleh Petugas Medis dan Paramedis di FKTP/FKRTL atau Petugas BPJS Kesehatan. Silakan melapor ke website resmi BPJS Kesehatan di menu Whistleblowing sistem,” respon akun @BPJSKesehatanRI

Hisap Vape dan naik ke ranjang pasien

Tak berhenti sampai disitu, warganet juga kembali dibuat geram dengan video-video lain dari nakes yang bersangkutan. 

Dalam video lain, terlihat nakes laki-laki tersebut menghisap rokok elektrik atau vape di dalam ruangan pasien, bahkan saat sedang bertugas sekalipun.

Baca Juga  Tinjau vaksinasi di Poso, Kapolda Sulteng : Capaian vaksin lansia terus kita kejar

Dalam satu video, ia bahkan menghisap vape sambil berjoget-joget ala musik di diskotik sambil berdiri menaiki ranjang pasien layaknya sedang berada di panggung.

Sontak warganet heboh dan menanyakan, apakah boleh vape digunakan di lingkungan pelayanan kesehatan, apalagi dilakukan oleh staf kesehatan itu sendiri.

Rating puskesmas anjlok

Buntut dari video tersebut, warganet pun berbondong-bondong memberikan rating satu di Google Review UPTD Puskesmas Lambunu 2.

“Ternyata begitu ketika ada pasien BPJS? Tolong pegawainya dikontrol saat bermain media sosial. Memalukan!” Tulis akun Google Hafifah Lutfiana.

“Pake BPJS? Jangan kesini,” tulis akun Google Reza Alizain

“Nakesnya anti BPJS,” kata Joko Santoso.

Akibat serbuan bintang satu dari banyak warganet, kini rating UPTD Puskesmas Lambunu 2 pun menjadi 1,1 dari lima bintang. Dan pemberi review juga banyak yang mengunggah kembali video dari nakes yang berulah ke Google Review Puskesmas tersebut. 

Baca Juga  Jelang Ramadan, Kapolri Instruksikan Kapolda Cek Setiap Hari Ketersediaan Minyak Goreng di Pasar

Yang bersangkutan memohon maaf setelah videonya viral dan mendapatkan kekesalan dari banyak pihak, ketiga nakes tersebut pun akhirnya membuat video permohonan maaf atas konten-konten yang telah dibuat.

“Kami staf Puskesmas Lambunu 2 memohon maaf sebesar-besarnya kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, BPJS Kesehatan seluruh Indonesia, Persatuan Perawat Indonesia, Ikatan Bidan Indonesia, Ikatan Dokter Indonesia, dan teman sejawat tenaga kesehatan seluruh Indonesia, khususnya Dinas Kesehatan Parigi Moutong, BPJS Kesehatan Parigi Moutong, dan seluruh masyarakat Indonesia yang merasa dirugikan dengan video kami,” ucap ketiga nakes tersebut. 

Mereka juga menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada perlakuan yang berbeda terhadap seluruh pasien baik umum maupun BPJS.

“Yang sebenarnya, pelayanan Puskesmas Lambunu 2 tidak membeda-bedakan pasien umum dan BPJS,” imbuhnya.***

banner

Komentar