Buntut Dugaan Kasus 134 Anak Keracunan Massal MBG di Leles Cianjur, Balita 2 Tahun Meninggal Dunia

PALU NGATAKU – Sebagian publik di media sosial tengah dihebohkan dengan kabar meninggalnya seorang balita, MAB (2) di Kecamatan Leles, Cianjur, Jawa Barat.

Sebelumnya, balita berusia 2 tahun itu sempat menjadi korban kasus dugaan keracunan massal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), pada Selasa, 14 April 2026 lalu.  

“Balita 2 tahun meninggal usai santap menu MBG,” demikian tertulis dalam postingan Instagram @feedgramindo, pada Minggu, 26 April 2026.

Lantas, bagaimana sebenarnya kronologi kasus dugaan keracunan massal MBG yang dialami anak-anak di Leles, Cianjur tersebut? Berikut ulasannya.

Dinkes Belum Ungkap Hasil Lab

Sebelumnya diketahui, kasus yang menimpa MAB ini merupakan bagian dari insiden keracunan massal yang melibatkan 134 anak di Kecamatan Leles.

Baca Juga  Tinjau Lokasi Pengungsian, Wapres Gibran Janji Percepatan Bantuan Korban Gempa Poso

Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Cianjur, Made Setiawan mengatakan pihaknya belum dapat memastikan pasien tersebut meninggal akibat keracunan yang disebabkan mengonsumsi MBG atau tidak.

Terlebih, Made menuturkan pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium.

“Kami masih menunggu hasil uji laboratorium guna memastikan apakah pemicu keracunan dari makanan atau faktor lain,” kata Made dalam keterangannya di Cianjur, pada Sabtu, 25 April 2026. 

“Kami segera umumkan setelah hasilnya keluar sekitar satu pekan ke depan,” tambahnya.

Sempat Dirawat di Puskesmas

Sebelum meninggal dunia di RSUD Pagelaran, MAB sempat menjalani perawatan di Puskesmas Leles.

Akibat kondisi kesehatan yang terus menurun, pihak puskesmas merujuk balita tersebut ke RSUD Pagelaran pada Rabu, 22 April 2026 sekitar pukul 16.30 WIB.

Baca Juga  Tanamkan Jiwa Nasionalisme Sejak Dini, Satgas Madago Raya Gelar Upacara Dua Sekolah di Poso

Dalam kesempatan berbeda, Direktur RSUD Pagelaran, dr. Irvan Nur Fauzi menuturkan, korban tiba di unit gawat darurat (UGD) dalam kondisi kritis dan membutuhkan tindakan medis segera.

“Pasien balita ini merupakan rujukan dari Puskesmas Leles,” tutur Irvan di RSUD Pagelaran, Cianjur, pada Sabtu, 25 April 2026.

“Tiba di IGD langsung mendapatkan penanganan karena kondisinya tidak stabil, lemas, pusing, dan tangan serta kaki bengkak,” tambahnya.

Diduga Akibat Syok Septik

Setelah menerima penanganan medis intensif selama kurang lebih 12 jam, dikabarkan nyawa korban tidak tertolong. 

Berdasarkan pemeriksaan medis, penyebab utama kematian adalah syok septik yang berkaitan dengan komplikasi gangguan pencernaan.

“Hanya sekitar 12 jam dari pertama tiba di IGD, pasien meninggal dunia,” ungkap Irvan. 

Baca Juga  Viral Penggerebekan Narkoba di Kayumalue Ricuh, Polda Sulteng Angkat Bicara!

“Diagnosisnya syok septik. Karena, sejak awal penanganan pasien juga ada riwayat diare,” tandasnya.

Hingga berita ini terbit, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian hingga otoritas berwenang atas dugaan kasus keracunan MBG di Leles, Cianjur tersebut.***

banner

Komentar