Mahasiswa Magister Administrasi Publik Untad Dalami Inovasi Pelayanan Publik di DPRD Kota Bandung

PALU NGATAKU – Mahasiswa Program Studi Magister Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tadulako (Untad) melakukan kunjungan lapangan ke Kota Bandung dalam rangka memperdalam pemahaman terkait inovasi pelayanan publik. 

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari mata kuliah Inovasi Pelayanan Publik yang tengah diprogramkan mahasiswa S2 Administrasi Publik Untad.

Kunjungan akademik itu berlangsung di kantor DPRD Kota Bandung pada Selasa (12/5/2026). Rombongan mahasiswa dan dosen pendamping diterima langsung oleh Sekretaris DPRD Kota Bandung, Yasa Hanafiah, S.E., M.M., bersama jajaran pejabat struktural di lingkungan sekretariat dewan.

Dalam pertemuan tersebut, para mahasiswa mendapatkan pemaparan mengenai berbagai inovasi tata kelola pemerintahan yang diterapkan Pemerintah Kota Bandung. 

Baca Juga  Dengar Aspirasi Warga, Satgas Madago Raya Imbau Waspadai Bahaya Radikalisme

Fokus pembahasan mencakup pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung pelayanan publik hingga penguatan fungsi pengawasan di lingkungan legislatif.

Sekretaris DPRD Kota Bandung Yasa Hanafiah menyampaikan apresiasinya atas kunjungan akademik dari Untad. Ia menilai kegiatan semacam itu penting untuk memperkuat kolaborasi antardaerah dalam pengembangan pelayanan publik berbasis inovasi dan teknologi.

Suasana diskusi berlangsung interaktif ketika mahasiswa mulai menggali berbagai strategi penerapan inovasi pelayanan publik yang dapat direplikasi di daerah asal. 

Sejumlah peserta juga mempertanyakan tantangan implementasi sistem digital serta pola integrasi layanan agar lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Koordinator Program Studi Magister Administrasi Publik FISIP Untad, Prof Dr Mustainah, M. Si, mengatakan praktik pengenalan lapangan tersebut merupakan bentuk implementasi metode pembelajaran berbasis kasus atau case-based method. 

Baca Juga  Wakapolda Sulteng Redam Massa Aksi dengan Cara Unik, Bantu UMKM di Tengah Demonstrasi

Menurutnya, mahasiswa perlu diperkenalkan langsung dengan praktik pemerintahan yang telah berhasil diterapkan di daerah lain.

Ia menjelaskan Kota Bandung dipilih karena dikenal sebagai salah satu daerah yang konsisten menghadirkan inovasi pelayanan publik di Indonesia. 

Melalui kunjungan itu, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman empiris terkait kolaborasi antara regulasi, komitmen pemerintah, dan pemanfaatan teknologi dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang efektif.

Prof Mustainah berharap hasil kunjungan lapangan tersebut dapat melahirkan gagasan baru yang bisa diterapkan di Sulawesi Tengah. 

Selain menjadi bagian dari capaian pembelajaran, kegiatan itu juga diharapkan mampu mendorong mahasiswa menjadi agen perubahan yang menghadirkan inovasi pelayanan publik di daerah masing-masing.

banner

Komentar