Pemerintah Daerah Bersama Para Tokoh Kabupaten Tolitoli Tolak Paham Radikalisme

Ilustrasi Terorisme. (Foto: Istimewa)

Palu Ngataku – Radikalisme telah terbukti merusak keharmonisan suatu negara, paham radikal itu seperti parasit, yang jika dibiarkan akan merusak. Sehingga keberadaan paham tersebut sudah semestinya tertolak dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal tersebut, selaras dengan para tokoh agama, tokoh pemuda dan pejabat daerah kabupaten Tolitoli yang tidak memeberikan tempat bagi pengajar atau ustadz yang berpaham radikal.

Para tokoh di kabupaten Tolitoli secara tegas mengajak masyarakat di daerah setempat untuk menolak paham-paham radikal dan intoleran yang dapat mengganggu keamanan daerah.

Dalam Islam itu tidak ada yang namanya radikal, tetapi adanya adu domba dan dalam Islam sudah jelas dikatakan jika ada persoalan maka lakukan tabayyun, karena jika tidak tabayyun maka kemungkinan besar akan muncul radikalisme.

Baca Juga  Jelang Idul Fitri, Polda Sulteng Gelar Operasi Penyakit Masyarakat, Ini Sasarannya!

Munculnya radikalisme salah satunya disebabkan karena ketidakpahaman dalam Islam, sehingga para tokoh dengan slogan Islam berkemajuan, sudah pasti menolak munculnya paham radikal, intoleran dan terorisme ataupun ujaran kebencian yang dapat mengacaukan keamanan serta ketertiban dalam bermasyarakat.

Menurutnya, bahwa radikalisme merupakan penyimpangan dan munculnya paham radikal tersebut di tengah masyarakat merupakan sebuah kesempitan atau ketidakpahaman, alias mengaku islam tapi tidak berperilaku Islam. Oleh karena itu, para tokoh melalui pendidikan, pengajian dan kegiatan keagamaan lainnya, selalu mengajarkan Islam yang benar tanpa adanya radikalisme.

Islam itu penyejuk, mendamaikan dan mensejahterakan. Tokoh agama memiliki peran penting dalam menolak paham radikal, pasalnya peran aktif tokoh agama dapat menjadi teladan yang baik untuk menyampaikan pesan-pesan kebhinekaan kepada masyarakat dalam rangka mewaspadai munculnya gerakan radikal di Indonesia, pungkasnya.

Baca Juga  Ratusan Peserta Didik Kun Anta Preschool Palu Berpetualang di Adila Garden

Reporter: Ghifari

Editor: Rifaldi

Komentar