Ucap Syukur, Penyintas Desa Tompe dan Pemkab Donggala Gelar Makan Bersama


PALUNGATAKU.COM, DONGGALA –
Bencana alam gempa bumi, Likuifaksi dan tsunami tanggal 28 September 2018 telah berlalu, Hingga saat ini sudah 3 tahun lebih musibah tersebut, masyarakat penyintas Desa Tompe masih banyak yang tinggal di Huntara (Hunian Sementara).

Aksi protes dari masyarakat Penyintas yang berasal dari Desa Tompe Kecamatan Sirenja, terkait lambatnya pembangunan Hutap, yang dilakukan masyarakat pada 3 Juni 2022 lalu,  telah menuai jawaban dari Pemerintah Kabupaten Donggala.

Sebagai rasa syukur, pada 3 Juli 2022 lalu, masyarakat  Penyintas Desa Tompe dengan pemerintah Daerah Kabupaten Donggala, menggelar acara makan bersama yang dilaksanakan di pesisir pantai Desa Tompe.

Riswan selaku Ketua BPD Desa Tompe, dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 12 Juli 2022, menjelaskan pada tanggal 30 Juni 2022, pihak pemerintah Kabupaten Donggala, telah menyelesaikan tahap lelang pembangunan Huntap, yang dimenangkan oleh PT Wijaya Karya Beton, dan akan melaksanakan pembangunan huntap paket 2A di provinsi Sulteng.

Baca Juga  4 Tim Terbaik Masuk Semifinal Futsal Kapolda Sulteng Cup 2023, Ini Jadwalnya!

“Tahap pembangunan huntap tersebut tersebar di wilayah kota palu, Sigi dan Donggala,” ujarnya.

Dirinya sebagai perwakilan masyarakat Desa Tompe, berterima kasih kepada Pemda Donggala yang telah melakukan upaya-upaya dan mendorong pemerintah pusat untuk segera menyelesaikan proses tahap lelang.

“Sebagai rasa syukur, masyarakat  Penyintas Desa Tompe dengan pemerintah Daerah Kabupaten Donggala, menggelar acara makan bersama, karena apa yang menjadi tuntutan masyarakat untuk percepatan pembangunan huntap akan segera terlaksana,” tutupnya. (*/**)

Komentar