Palu Ngataku – Kinerja Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) dalam mendukung program prioritas nasional Asta Cita Presiden Prabowo Subianto mendapat apresiasi dari Komisi III DPR RI. Salah satu program yang menjadi sorotan adalah kontribusi Polda Sulteng dalam bidang ketahanan pangan, khususnya pengembangan pertanian jagung dan pencetakan sawah baru.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ir. Hj. Sari Yuliati, M.T saat memimpin kunjungan kerja reses ke Provinsi Sulteng. Dalam kunjungan tersebut, Tim Komisi III menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kapolda Sulteng, Kepala Kejati, dan Kepala BNNP Sulteng, Jumat (25/7/2025).
“Pertama-tama saya mengapresiasi kinerja Polda Sulawesi Tengah dalam mendukung program Asta Cita Presiden, khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan,” ujar legislator Partai Golkar dari dapil NTB II itu di hadapan peserta RDP.
Sari menilai kontribusi Polda Sulteng dalam penguatan sektor pertanian bukan sekadar simbolis. Selain terlibat dalam penanaman jagung, Polda juga turut membantu pencetakan sawah, yang semula hanya sekitar 2.000 hektar kini berkembang menjadi lebih dari 7.000 hektar.
“Ini membuktikan bahwa aparat penegak hukum tidak hanya fokus pada penegakan hukum semata, tetapi juga terjun langsung mendukung program strategis nasional. Kerja tulus seperti ini patut diapresiasi,” tegasnya.
Data yang dipaparkan menunjukkan progres penanaman jagung oleh Polda Sulteng dari kuartal I hingga III tahun 2025 telah mencakup lahan seluas 1.396 hektar. Targetnya hingga akhir tahun mencapai 5.000 hektar. Kegiatan ini melibatkan 1.091 personel Polri sebagai pembina di 1.842 desa, dan bekerja sama dengan 27.169 kelompok tani.
Untuk mendukung target tersebut, Polda Sulteng menggandeng pihak ketiga dalam pengadaan alat mesin pertanian (alsintan). Bantuan yang disalurkan meliputi 51 unit hand tractor, 4 traktor besar, 4 alat pipil jagung, dan 10 alat pertanian lainnya.
Inovasi juga dilakukan melalui pemanfaatan benih unggul yang adaptif terhadap kondisi lahan lokal. Dua jenis bibit andalan yang digunakan adalah varietas “Jakarim” dan “Lumuru”, yang diyakini mampu meningkatkan hasil panen, mempercepat swasembada pangan, sekaligus mendongkrak pendapatan para petani di wilayah Sulawesi Tengah.













Komentar