Lonjakan Pasien RS Undata Disorot, Smart Primary Care Expo Dorong Penguatan Layanan Primer

PALU NGATAKU – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido, menegaskan pentingnya penguatan layanan kesehatan primer melalui klinik dan puskesmas dalam mendukung program BERANI Sehat. 

Menurutnya, fasilitas kesehatan tingkat pertama harus menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat di Sulawesi Tengah.

Hal itu disampaikan Reny saat membuka kegiatan Smart Primary Care Expo and Symposium yang digelar di Hotel Gransya, Palu, Kamis (21/5/2026). 

Kegiatan tersebut dihadiri tenaga kesehatan, pengelola klinik, kepala puskesmas, hingga organisasi profesi kesehatan dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah.

Dalam sambutannya, Reny mengatakan pelayanan kesehatan primer memiliki peran strategis untuk menekan lonjakan pasien di rumah sakit rujukan. 

Ia menilai banyak kasus kesehatan sebenarnya dapat ditangani terlebih dahulu di puskesmas maupun klinik sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan lanjutan.

Baca Juga  4 Tokoh Lintas Agama Ikut Penguatan Moderasi Beragama dalam Bingkai NKRI di Sigi

“Selesaikan dulu di primer supaya rumah sakit tidak penuh,” ujar Reny di hadapan peserta symposium.

Ia juga memaparkan bahwa program BERANI Sehat menjadi salah satu terobosan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam menghadirkan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat yang memiliki KTP Sulteng. 

Program tersebut disebut telah membantu masyarakat yang terkendala akses layanan kesehatan akibat persoalan administrasi BPJS Kesehatan.

Sepanjang tahun 2025, lebih dari 173 ribu warga Sulawesi Tengah tercatat telah merasakan manfaat dari program BERANI Sehat. Program ini dinilai efektif membantu masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, kepesertaannya nonaktif akibat tunggakan iuran, maupun warga yang status Penerima Bantuan Iurannya dicabut.

Baca Juga  Ketua FKUB Sulteng Apresiasi Peran Aktif TNI Polri Pasca Pilkada

Di sisi lain, tingginya antusiasme masyarakat memanfaatkan layanan BERANI Sehat berdampak pada meningkatnya jumlah pasien di sejumlah rumah sakit rujukan provinsi, termasuk RS Undata. Reny menyebut sekitar 70 persen pelayanan kesehatan masih langsung terpusat di rumah sakit.

Karena itu, ia berharap Smart Primary Care Expo and Symposium dapat menjadi wadah peningkatan kompetensi tenaga kesehatan di layanan primer. Dengan kualitas layanan yang semakin baik, masyarakat diharapkan tidak lagi langsung mendatangi rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan.

Selain peningkatan kompetensi, Pemprov Sulteng juga berencana memperkuat implementasi BERANI Sehat melalui kerja sama antara klinik dan BPJS Kesehatan. Reny berharap sinergi tersebut mampu menghadirkan strategi pelayanan kesehatan primer yang lebih optimal bagi masyarakat Sulawesi Tengah.

Baca Juga  Wagub Sulteng Ajak Alumni Unhas Dukung Program Berani Cerdas dan Berani Sehat

banner

Komentar