Qodari Sebut Kopdes Merah Putih Berpotensi Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja hingga 2029

PALU NGATAKU – Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI Muhammad Qodari mendapat mandat untuk memastikan narasi pemerintah pusat tersampaikan secara utuh, adaptif, dan berbasis data saat sampai ke masyarakat.

Saat ini, salah satu program pemerintah yang tengah jadi sorotan masyarakat adalah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih atau KDKMP.

Salah satunya mengenai viralnya unggahan di media sosial mengenai bangunan Kopdes Merah Putih yang banyak dinarasikan seperti swalayan yang akan tutup.

Qodari memastikan bahwa alur program Kopdes Merah Putih sudah sesuai dengan perencanaan dan meminta masyarakat untuk bersabar.

“Bukan swalayan mau tutup, memang belum buka. Pertama, Koperasi Merah Putih sudah jalan, seperti beberapa program Presiden lainnya, program itu ada kategori transisi dan permanen,” ucap Qodari saat menjadi bintang tamu dalam sebuah acara pada 26 Juni 2026 lalu.

Pastikan Kopdes Merah Putih Berjalan di Tahapan Alurnya

Baca Juga  Pengamanan TPS, Kapolda Sulteng Ingatkan Personel Jaga Nama Baik dan Netralitas Polri

Qodari lantas menceritakan tentang kunjungannya ke Padang, di mana KDKMP digunakan sebagai tempat untuk menampung produksi madu oleh masyarakat.

Lebih lanjut, madu milik warga tersebut bisa menghasilkan uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sementara untuk koperasi permanen yang sudah memiliki bangunan, Qodari mengungkapkan bahwa baru 1.061 koperasi yang diresmikan.

“Nah, menuju ke 40.000 sesuai proyeksi Menteri Koperasi di tahun 2026, itu masih berproses. Kalau bangunan udah jadi, itu ada tahapannya. Tahapannya tentu letak display, abis itu masuk barang. Jadi, tunggu tanggal mainnya,” sambungnya.

Qodari: Kopdes Merah Putih untuk Menghemat Pengeluaran dan Penyerapan Tenaga Kerja

Penegasan lain yang diungkap oleh Qodari adalah Kopdes Merah Putih ini menjadi salah satu program yang bisa membantu masyarakat untuk lebih hemat pengeluaran.

Qodari kemudian memberikan contoh gas LPG 3 kg dan MinyaKita yang banyak digunakan oleh masyarakat saat ini.

Baca Juga  Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80, Atraksi Kolone Senjata dan Polisi Cilik Morut Jadi Sorotan di Palu

“Harga LPG di pasaran saat ini sekitar Rp20.000 per tabung ukuran 3 kilogram, di koperasi Rp16.000. MinyaKita biasanya di pasaran Rp21.000, di koperasi Rp15.700,” ungkap Qodari pada 10 Juni 2026 lalu.

Berdasarkan data Kemendukbangga tahun 2025, terdapat sekitar 74 juta keluarga di Indonesia, dengan rata-rata konsumsi empat tabung LPG dan empat liter minyak goreng setiap bulan.

Dengan asumsi tersebut, penghematan dari pembelian LPG diperkirakan mencapai sekitar Rp14,2 triliun per tahun dari selisih Rp4.000.

Sama halnya dengan penghematan minyak, Qodari menyebut diperkirakan bisa mencapai Rp18,82 triliun per tahun dari selisih harga Rp5.300 per liter.

“Maka dalam satu tahun sebenarnya masyarakat dapat menghemat sekitar Rp33 triliun. Bagi keluarga yang setiap hari menghitung pengeluaran dengan cermat, itu adalah penghematan yang berarti, dan angka itu bukan sekadar kalkulasi di atas kertas, bukan cuman omon-omon,” terang Kepala Bakom tersebut.

Baca Juga  Kapolda Sulteng Beberkan Evaluasi Penegakan Hukum di Hadapan Komisi III DPR RI

Sementara dari sisi penyerapan tenaga kerja, Qodari menyebut bahwa selain merekrut manajer dalam skala nasional, juga ada pekerja lokal yang dilibatkan untuk mengurus KDKMP.

Target pembangunan 80.000 unit KDKMP pada 2029, kata Qodari berpotensi bisa menyerap lebih dari 1,4 juta tenaga kerja.

“Setiap gerai KDKMP melibatkan satu manajer yang telah mengikuti rekrutmen nasional, serta 17 pekerja lokal yang seluruhnya diprioritaskan berasal dari desa setempat,” ujarnya.

Komunikasi Membumi dan Berbasis Data ala Qodari

Dengan perannya sebagai Kepala Bakom RI, Qodari telah menyampaikan kemajuan program Kopdes Merah Putih, baik perencanaan maupun kondisi di lapangan.

Tak hanya pernyataan manis untuk membantah rumor, sajian data dengan angka juga dibuka kepada.

Masyarakat yang akan bersinggungan langsung dengan program pemerintah, kepercayaan publik juga terbangun lewat transparansi program. *

banner

Komentar