Viral di Medsos, Guru SMAN 7 Sigi Tolak Distribusi MBG karena Datang Terlambat

PALU NGATAKU – Beredar video di media sosial, yang memperlihatkan teguran seorang guru di Sulawesi Tengah (Sulteng) terhadap 2 sopir mobil Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga datang terlambat.

Dalam unggahan Instagram @feedgramindo, pada Minggu, 26 April 2026, peristiwa ini terjadi di SMAN 7 Kabupaten Sigi, Sulteng.

“Sering terlambat, guru di Sigi tolak MBG yang diantar sore,” demikian tertulis dalam postingan tersebut.

Pada video itu, terlihat seorang sopir mobil MBG yang bersantai sambil sebat alias mengonsumsi rokok saat mendapatkan teguran dari pihak sekolah.

“Seakan merasa tak punya salah, sopir MBG di Sigi malah asik sebat,” tulis postingan itu.

Hal tersebut sontak menuai sorotan tajam sebagian warganet yang menyayangkan adanya dugaan kasus keterlambatan dalam pembagian MBG di SMA Sulteng itu.

Baca Juga  Sambang Desa, Satgas Madago Raya Bangun Toleransi dan Persatuan di Kotarindau

Lantas, bagaimana sebenarnya kronologi insiden ini bermula hingga akhirnya viral di media sosial? Begini kronologinya.

Datang di Jam Pulang Siswa

Berdasarkan penuturan seorang guru di lokasi, mobil MBG terkait diduga terlambat datang saat para siswa sudah pulang sekolah.

Usut punya usut, peristiwa ini terjadi menjelang jam kepulangan siswa di SMAN 7 Kabupaten Sigi, pada Jumat, 24 April 2026. 

“MBG ini kan untuk makan siang, bukan untuk makan sore, Pak,” tegur seorang guru wanita.

Oleh sebab itu, sejumlah guru tampak mengambil tindakan tegas dengan menolak pembagian MBG di lokasi.

Guru: Kami Menolak Pembagian MBG

Penolakan dilakukan pihak sekolah yang terletak di Kecamatan Dolo Barat terhadap pembagian MBG dalam insiden ini, bukan tanpa alasan. 

Baca Juga  Kapolda Sulteng Ajak Jurnalis Mengenang Jasa Dua Bhayangkara di Monumen Andi Sapa Sudirman

Pasalnya, guru wanita itu menyebut, mobil MBG datang terlambat pada pukul 15.22 WITA saat seluruh peserta didik telah pulang.

“Siswa kita 500 orang lebih, sekarang sudah pada pulang,” sebut guru tersebut.

“Jadi hari ini, kami menolak pembagian MBG,” tegasnya.

Diduga Sering Datang Terlambat

Selain itu, guru tersebut juga menyampaikan keluh kesahnya terhadap para pelaku sopir MBG.

Terlebih, mereka diduga sering datang terlambat dalam penyaluran MBG di sekolah tersebut.

“Kalian terlambat, ini sudah pukul 15.22 (WITA). Jadi mohon maaf, kami tidak akan tanda tangan (pembagian MBG),” tandasnya.

Hingga berita ini terbit, belum ada klarifikasi resmi dari pihak sekolah maupun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat, usai viralnya insiden di SMAN 7 Kabupaten Sigi, Sulteng tersebut.***

banner

Komentar