Viral Prajurit TNI AL Kawal Anggota DPD RI Arya Wedakarna di Kontes Transgender Thailand

PALU NGATAKU – Foto seorang prajurit TNI Angkatan Laut (AL) yang mengawal anggota DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna, saat berada di Bangkok, Thailand, viral di media sosial. Foto itu menjadi sorotan karena prajurit tersebut terlihat mengenakan pakaian dinas harian (PDH).

Prajurit tersebut disebut mendampingi Arya Wedakarna saat menghadiri Miss Equality World 2026. Kontes tersebut merupakan ajang kecantikan yang diperuntukkan bagi transgender dan digelar di Bangkok, Thailand.

Dalam foto yang beredar, prajurit berseragam TNI AL itu tampak berdiri di dekat Arya Wedakarna. Foto tersebut kemudian ramai diperbincangkan warganet. Salah satu unggahan di Threads mempertanyakan keberadaan prajurit TNI berseragam resmi dalam acara tersebut.

Baca Juga  Bangga! Brigpol Akyko Kapito Dipanggil PP POTSI Ikuti SEA Games 2025 di Thailand

“Ini gimana ceritanya? Anggota TNI dengan seragam dinas resmi hadir di acara pemilihan Miss Transgender Dunia di Bangkok,” tulis akun Threads @satriyo.arkatama, Rabu (2/9/2026).

Menanggapi viralnya foto tersebut, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Denpasar, Kolonel Laut (P) Ary Mahayasa, mengatakan pihaknya tengah melakukan pendalaman. TNI AL juga masih memastikan identitas serta status prajurit yang terlihat dalam foto tersebut.

“Terkait berita viral itu, kita sedang mendalami. Kita mempelajari, sedang mendalami, terutama di pihak Lanal sendiri,” ujar Ary kepada awak media di Mako Lanal Denpasar, Kamis (3/9/2026).

Ary membenarkan bahwa sosok dalam foto tersebut merupakan anggota TNI AL. Dia menyebut prajurit itu memang ditugaskan sebagai ajudan Arya Wedakarna sejak sekitar setahun lalu berdasarkan permohonan resmi. 

Baca Juga  Hari Kedua, Peserta Asal Samarinda Puji Turnamen Domino Kapolda Sulteng Cup 2025

Namun, TNI AL masih mendalami apakah terdapat pelanggaran dalam kegiatan tersebut.

“Kalau memang anggota tersebut terbukti bersalah atau melanggar hukum, akan kita tindak lanjuti secara prosedur. Kita masih mendalami itu,” katanya.

Sementara itu, Arya Wedakarna sebelumnya menjelaskan kehadirannya di Miss Equality 2026 karena mendapat undangan dari pihak penyelenggara. Dia menyebut kunjungannya ke Thailand berlangsung selama tiga hari dan diisi sejumlah agenda, termasuk kunjungan ke vihara serta kuil Hindu.

Arya menegaskan dirinya hadir dalam kapasitas sebagai tokoh budaya Bali untuk mempromosikan pariwisata Bali Barat. Dia juga mengatakan sebagai tamu, dirinya tidak berada dalam posisi untuk mengomentari latar belakang peserta maupun penyelenggara acara tersebut.

Baca Juga  Polda Sulteng Raih 2 Perunggu di Kejuaraan Taekwondo Kapolri Cup 2025

“Dalam acara itu memang berbagai kalangan. Mungkin kalangan yang dianggap normal, tidak normal. Kita tahu Thailand seperti apa kan. Kita sebagai tamu kan tidak berhak mengomentari terkait panitianya siapa, gendernya apa. Itu kan etika. Kita tidak dalam posisi mengomentari,” ungkapnya.

banner

Komentar