Cegah Judi Online, Bullying, dan Narkoba, Ditbinmas Polda Sulteng Edukasi Pelajar MAN 2 Model Palu

PALU NGATAKU – Dalam upaya membentengi generasi muda dari ancaman kejahatan modern dan kenakalan remaja, Direktorat Binmas (Ditbinmas) Polda Sulawesi Tengah menggelar kegiatan edukasi dan penyuluhan di MAN 2 Model Palu pada Senin (19/10/2026) pagi.

Bertindak langsung sebagai pembina upacara bendera mingguan, Ps. Kabagbinopsnal Ditbinmas Polda Sulteng, Kompol Dharmawati, memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan pesan-pesan penting terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di hadapan ratusan siswa serta jajaran pendidik.

Upacara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh Kepala Sekolah, dewan guru, staf pimpinan, hingga seluruh siswa-siswi MAN 2 Model Palu. Dalam amanatnya, Kompol Dharmawati menekankan betapa krusialnya membangun karakter generasi muda yang disiplin, berintegritas, dan bertanggung jawab.

Fokus utama penyuluhan kali ini menyoroti sejumlah isu krusial yang tengah marak di kalangan remaja, seperti bahaya judi online (judol), aksi perundungan (bullying), penyalahgunaan narkoba, hingga maraknya modus penipuan berbasis digital.

Baca Juga  Perwira SIP 52 RAD Sulteng Gelar Bukber dan Berikan Bantuan ke Lansia di Panti Sosial

Kompol Dharmawati secara khusus memperingatkan para siswa agar tidak pernah tergiur mencoba judi online dalam bentuk apa pun. Selain berpotensi menimbulkan kerugian finansial yang besar, judi online terbukti merusak kesehatan mental, merenggangkan hubungan sosial, dan merusak fokus belajar para pelajar.

Selain masalah judi online, persoalan perundungan di lingkungan sekolah juga menjadi perhatian serius Polda Sulteng. Kompol Dharmawati menegaskan bahwa bullying—baik berupa kekerasan fisik, ucapan verbal yang merendahkan, maupun tindakan intimidasi di media sosial (cyberbullying)—tidak dapat dibenarkan atas alasan apa pun. Tindakan semacam ini meninggalkan trauma psikologis mendalam yang mengganggu tumbuh kembang serta kondisi emosional korban.

Guna menciptakan iklim belajar yang aman dan kondusif, para siswa diajak untuk terus membudayakan sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan di antara sesama. Kompol Dharmawati mendorong seluruh pelajar untuk memupuk kepedulian sosial serta berani mengambil sikap tegas menolak segala bentuk kekerasan.

Baca Juga  Dukung Swasembada Pangan, Polda Sulteng Targetkan Penanaman Jagung 55 Ribu Hektar

Pesan tegas juga disampaikan mengenai bahaya laten penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang. Kompol Dharmawati mengingatkan bahwa narkoba tidak hanya menghancurkan kesehatan fisik dan mental pemakainya, tetapi juga menghancurkan masa depan serta membawa dampak buruk bagi keluarga dan masyarakat.

Ia mengimbau seluruh siswa untuk selalu waspada, tidak mudah terpengaruh oleh bujukan pergaulan negatif, dan berani menolak segala bentuk penyalahgunaan zat terlarang.

Seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi, para pelajar turut diingatkan untuk semakin bijak dan cerdas dalam memanfaatkan media digital. Maraknya modus penipuan online yang mengincar kalangan remaja menuntut kewaspadaan ekstra dari para siswa.

Kompol Dharmawati menekankan pentingnya menerapkan prinsip “Saring sebelum Sharing, Pikir sebelum Ngeklik” dalam setiap aktivitas di dunia maya agar tidak mudah tertipu maupun menyebarkan berita yang belum terverifikasi kebenarannya.

Sementara itu, Kabidhumas Polda Sulawesi Tengah, Kombes Pol Achmad Muhaimin, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi program prioritas Kapolri, khususnya melalui edukasi dan upaya pencegahan judi online, perundungan, serta penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda.

Baca Juga  Polda Sulteng Kirim Tim Tembak di Kapolri Cup 2025 IPSC Level III

“Melalui kegiatan seperti ini, Polri hadir di tengah lingkungan pendidikan untuk membentengi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif, seperti judi online, bullying, penyalahgunaan narkoba, dan kejahatan siber. Kami berharap para pelajar dapat menjadi pelopor dalam menjaga keamanan serta ketertiban di lingkungan masing-masing,” ujar Kombes Pol Achmad Muhaimin.

Kabidhumas menambahkan, sinergi antara Polri, pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.

Kolaborasi tersebut dinilai penting agar berbagai potensi gangguan terhadap pelajar dapat dikenali dan dicegah sedini mungkin, sehingga para siswa MAN 2 Model Palu dapat tumbuh menjadi pelopor terciptanya lingkungan sekolah yang harmonis, tertib, dan bebas dari kekerasan.

banner

Komentar