Curhatan Penumpang KRL Viral, Kementerian PPPA hingga Tim Konselor Polri Turun Tangan Bantu Pemulihan

PALU NGATAKU – Sebuah unggahan di platform media sosial Threads menjadi viral setelah seorang pengguna mengaku mengalami trauma saat kembali menaiki KRL, pasca kecelakaan yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur.

Akun bernama @pufsur membagikan pengalamannya melalui sebuah utas pada Rabu (29/4/2026). Ia menuliskan kebutuhan akan pendampingan psikologis dan mengaitkan ceritanya dengan topik ‘KRL Jabodetabek’.

Dalam unggahan tersebut, ia mengaku sebagai salah satu penumpang KRL lintas Cikarang yang terlibat dalam kecelakaan dengan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek pada Senin malam (27/4/2026).

Ia menuturkan sempat merasa kondisi dirinya membaik pada Selasa (28/4) sore. Namun, rasa panik kembali muncul saat ia hendak berangkat kerja menggunakan KRL pada Rabu pagi.

Baca Juga  Rohaniawan Kamtibmas Ajak Jemaat GSJA Agape Poso Perkuat Kerukunan dan Toleransi di Ibadah Natal

Menurut pengakuannya, ia berada di gerbong tiga saat insiden terjadi. Berdasarkan sejumlah video yang beredar, rangkaian KRL disebut sempat terdorong ke depan setelah ditabrak dari belakang oleh kereta jarak jauh tersebut.

“Aku pagi tadi panic attack di KRL, gemeteran, gelisah, sesak napas, nangis, takut,” tulisnya. Ia juga menyebut membutuhkan bantuan psikolog karena tenaga profesional yang biasa menanganinya belum merespons.

Dalam utas lanjutan, ia meminta rekomendasi psikolog, khususnya yang dapat memberikan layanan konsultasi secara tatap muka. Unggahan tersebut telah mendapat lebih dari 3 ribu tanda suka dan disertai video serta foto yang memperlihatkan kondisi emosionalnya.

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga bersama tim konselor Polres Metro Bekasi Kota telah memberikan pendampingan kepada para korban. 

Baca Juga  Pembersihan Sekolah Rusak Akibat Gempa di Ueralulu Jadi Prioritas Satgas Madago Raya

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak juga menyatakan akan membantu pemulihan psikologis serta mengupayakan dukungan bagi korban, termasuk keringanan dari pihak perusahaan tempat mereka bekerja. 

Dalam peristiwa tersebut, tercatat 106 penumpang menjadi korban, dengan 16 orang meninggal dunia dan 90 lainnya mengalami luka-luka.

banner

Komentar